Rabu, 28 Oktober 2015

Sedikit Rahasia

Ssssttt ada yang berbisik
Hendak berbagi rahasia
Tentang dirinya
Tentang kisahnya

....

Manusia, jelas raganya tapi abstrak perasaannya. Bagaimana tidak ? Setiap kata selalu ada maknanya. Setiap makna kadang berlawanan dengan katanya. Membingungkan ? Memang.

Saya juga manusia. Penuh misteri. Penuh rahasia. Bertopeng.

Orang yang duduk di sebelah saat perjalanan pulang di kereta juga manusia.

Teman saya manusia.

Keluarga saya manusia.

Mereka berbicara? Ya. Mereka berekspresi ? Ya.

Tapi, apakah nyata? Atau hanya pulasan wajah saja atau topeng yang biasa dikenakannya? Hal itu....saya tidak tahu.

Maka, saya ingin berbagi rahasia tentang topeng yang selama ini dikenakan.


......

Berbalut perasaan tidak enak serta tak ingin menyusahkan orang lain. Kata "tidak apa-apa" selalu menjadi refleks tersendiri. Mengiyakan semuanya seakan menjadi kewajiban. Pada akhirnya, terkapar dengan sendirinya. Terlunta mencari solusi dari "masalah" yang dibuat sendiri.

Saya terlalu polos jika dibandingkan boneka di atas lemari. Terlalu idealis dibanding pemikiran para penggerak nasionalis. Terlalu putih dibanding sayap merpati. Terlalu bodoh menghadapi tipu muslihat dunia.

Senyum yang dulu sempat tersungging manis pun hanya sekadar ekspresi bahwa saya baik-baik saja. Selalu menolak bantuan orang lain. Berusaha berdiri sendiri. Mengejar stereotype "anak baik". Dan, kebiasaan-kebiasaan ini menumbuhkan saya. Seorang manusia bertopeng yang tak jelas jati dirinya.

Pahitnya, apa yang diharapkan memang tak selamanya terwujud. Berusaha mandiri dibilang sok bisa. Berusaha berbaik hati tapi diabaikan. Berusaha mengenal baik tapi diabaikan. Berusaha menjadi yang terbaik tapi selalu jatuh.

Kini, kenyataan tersebut melunturkan topeng yang selama ini bertengger manis. Senyumnya pudar. Apatis. Menyerahkan segalanya pada orang lain. Tak ingin peduli.

Ternyata, bertopeng maupun tidak sama saja. Menyusahkan. Dibenci dunia. Membenci dunia.

....

Jadi,  ini sedikit rahasia.
Jangan bilang siapa-siapa.
Barangkali kita bertemu nanti,
mungkin kau bisa menerka apakah saya sedang bertopeng atau tidak.

Selamat Malam.

0 comments:

Posting Komentar

Rabu, 28 Oktober 2015

Sedikit Rahasia

Ssssttt ada yang berbisik
Hendak berbagi rahasia
Tentang dirinya
Tentang kisahnya

....

Manusia, jelas raganya tapi abstrak perasaannya. Bagaimana tidak ? Setiap kata selalu ada maknanya. Setiap makna kadang berlawanan dengan katanya. Membingungkan ? Memang.

Saya juga manusia. Penuh misteri. Penuh rahasia. Bertopeng.

Orang yang duduk di sebelah saat perjalanan pulang di kereta juga manusia.

Teman saya manusia.

Keluarga saya manusia.

Mereka berbicara? Ya. Mereka berekspresi ? Ya.

Tapi, apakah nyata? Atau hanya pulasan wajah saja atau topeng yang biasa dikenakannya? Hal itu....saya tidak tahu.

Maka, saya ingin berbagi rahasia tentang topeng yang selama ini dikenakan.


......

Berbalut perasaan tidak enak serta tak ingin menyusahkan orang lain. Kata "tidak apa-apa" selalu menjadi refleks tersendiri. Mengiyakan semuanya seakan menjadi kewajiban. Pada akhirnya, terkapar dengan sendirinya. Terlunta mencari solusi dari "masalah" yang dibuat sendiri.

Saya terlalu polos jika dibandingkan boneka di atas lemari. Terlalu idealis dibanding pemikiran para penggerak nasionalis. Terlalu putih dibanding sayap merpati. Terlalu bodoh menghadapi tipu muslihat dunia.

Senyum yang dulu sempat tersungging manis pun hanya sekadar ekspresi bahwa saya baik-baik saja. Selalu menolak bantuan orang lain. Berusaha berdiri sendiri. Mengejar stereotype "anak baik". Dan, kebiasaan-kebiasaan ini menumbuhkan saya. Seorang manusia bertopeng yang tak jelas jati dirinya.

Pahitnya, apa yang diharapkan memang tak selamanya terwujud. Berusaha mandiri dibilang sok bisa. Berusaha berbaik hati tapi diabaikan. Berusaha mengenal baik tapi diabaikan. Berusaha menjadi yang terbaik tapi selalu jatuh.

Kini, kenyataan tersebut melunturkan topeng yang selama ini bertengger manis. Senyumnya pudar. Apatis. Menyerahkan segalanya pada orang lain. Tak ingin peduli.

Ternyata, bertopeng maupun tidak sama saja. Menyusahkan. Dibenci dunia. Membenci dunia.

....

Jadi,  ini sedikit rahasia.
Jangan bilang siapa-siapa.
Barangkali kita bertemu nanti,
mungkin kau bisa menerka apakah saya sedang bertopeng atau tidak.

Selamat Malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Followers