Kamis, 22 Juni 2017

'Till We Meet Again

Dulu, aku berusaha menerka
Tentang pertemuan
Yang awalnya hanya sekadar imajinasi
Angan-angan
Mustahil

Dulu, aku bertanya-tanya
Akan seperti apakah
Bagaimanakah
Dan segala praduga pun memenuhi pikiran

Kini, imajinasi itu terjadi
Angan-angan itu terwujudkan
Ini bukan mustahil
Ini nyata

Aku
Bingung
Canggung
Linglung

Entahlah yang aku tahu semua terasa bias
Antara bermimpi
Atau memang ini nyata?

Hingga akhirnya
Tawanya memecahkan pikirku
Suaranya membangkitkan kembali
Semua kenangan masa lalu

Entah pahit atau manis rasanya

Yang aku tahu semuanya benar-benar lebih baik dari praduga-praduga yang telah dirangkai

Yang aku tahu bahwa aku masih layak untuk sekadar berimajinasi

Memang, tak ada yg mustahil, ya.

---

'Till we meet again.


Read More

Kamis, 18 Mei 2017

Ini Kisah Hidupku

Aku,
Pernah suatu hari berharap
Ingin menjadi seseorang
Pernah suatu hari mengejar cita
Untuk menggapai sebuah kata,
Kesuksesan

Aku,
Telah tersandung di tengah jalan
Tergores
Terluka
Berdarah
Hingga akhirnya memilih untuk melepaskan apa yang orang bilang sebagai mimpi

Aku,
Saat itu
Terpuruk

Aku,
Mulai mencoba bangkit kembali
Menutup luka di sekujur tubuh
Memejamkan mata
Ingin berdamai dengan segala pahitnya kenangan

Aku,
Kini memutar arah
Dari hal yang dihindari menjadi hal yang dijalani
Dari hal yang tak pernah diduga menjadi sebuah realita

Aku,
Pernah melepas satu mimpi
Hingga akhirnya beralih pada mimpi lain

Aku,
Pernah merencanakan jalan hidup
Tapi Tuhan tahu jalan lain yang lebih baik

Aku,
Manusia
Hanya ingin jatuh-bangunnya hidup tidak saja menggoreskan luka
Tapi senyuman
Di wajah yang telah lama tertekuk rupanya
Read More

Sabtu, 01 April 2017

Tentang Sabtu Malam

Sepertinya memang saya tidak akrab dengan perasaan ini
Sepertinya memang bukan saatnya
Sepertinya saya jangan terlalu jatuh terlalu dalam

Karena takut jatuh untuk kesekian kalinya
Karena tak ada yg mampu dipercaya
Read More

Rabu, 22 Maret 2017

Kemana Hati Berlabuh?

Siang itu begitu terik
Kaki melangkah hendak pulang, melepas penat
Tetiba,
langkah terhenti
Saya tak tahu makna apa yang tersembunyi,
Saat menduga bahwa Rabu bukanlah hari yg biasanya saya dan kamu bersua
Tetiba, 
Mata ini tertuju pada satu sosok

Iya,
Itu kamu

Entah kenapa,
Nafas saya tercekat
Hanya dengan melihatnya
Yang sibuk memandangi layar ponselnya
Yang sedang tersenyum memandangi layar ponselnya
Yang melewati saya yang hampir terdiam bisu

Saya tidak tahu sejak kapan
Bahkan, masih terbilang ragu
Tapi, inilah yang saya rasakan

Tentang kamu

Saya tidak tahu hati 'kan berlabuh dimana
Saya juga tidak tahu kapan akan menambatkan hati
Saya pun tidak tahu kapan akan meninggalkan masa lalu
dan sepenuhnya menetap di masa kini dan memandang masa depan
Saya benar-benar tidak tahu

Yang saya tahu saat ini hanya perasaan campur-aduk ketika berpapasan dengannya
Yang saya tahu saat ini selalu menanti waktu kelas besar saat kuliah
Yang saya tahu,
Saya selalu mencarinya
Mencari
dan menanti
Sosoknya


Saya hanya tahu itu

Jadi, kapan akan benar-benar melabuhkan hati?

Read More

Jumat, 10 Maret 2017

Tidak Tahu Kenapa

                 Saya tidak tahu kenapa, tapi seminggu ini pikiran saya selalu tertuju pada memori tiga tahun lalu. Mengulas balik tentangnya, mengorek segala kenangan yang sudah lam terkubur. Tidak tahu kenapa juga, rasa rindu kembali menyusupi bahkan semakin membuncah hingga air mata pun tak tertahankan. Ini memang berlebihan. Tapi sekali lagi, saya tidak tahu kenapa.

               Tidak tahu kenapa pula, setiap malam kala lampu dipadamkan, mata saya memandang nanar ke langit-langit berharap punya sticker binta glow in the dark atau ada cahaya lampu hias di sekililing kamar. Berharap mencari pencerahan. Berharap mendapatkan semangat lagi. Entahlah. Rindu ini begitu menguras emosi dan pikiran. Saya lelah.

Read More

Selasa, 24 Januari 2017

Ramai tak selalu ramai, diam tak selalu diam
Kadang manusia serumit itu

...

Gemerisik daun seringkali diabaikan
Begitu pula dengan semilir angin
Gumaman manusia hanya sekadar meramaikan
Yang ingin didengarkan hanya yang teriakannya keras
Kita lupa bahwa suara-suara kecil itu sebenarnya juga meramaikan sekitar
Hanya saja, kita terlalu memberi perhatian pada yang lebih terdengar

Aku, dengan suara kecil hanya bisa terdiam
Mencicit layaknya tikus di pojokan ruangan
Pikiranku berlabuh tanpa tujuan
Hanya mampu terdiam itu, memuakkan


Read More

Jumat, 21 Oktober 2016

Terpendam

Bising 
Pikiranku sesak
Terkunci
Mulutku bisu

Aku 
Meronta
Tapi 
Tak didengar

Goresan kata di dinding
Makianku
Semuanya pudar

Ini 
Dimana?

...

Putih

Silau

Aku dimana?

...

Seketika gelap mengelilingi

Aku
Lelah
 Hidup menjadi diriku

 
Read More

Kamis, 15 September 2016

Minggu, 04 September 2016

Lalu?

Hasil gambar untuk question mark quote tumblr



Dulu pernah kita bercerita bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun, mengapa semakin lama semakin tidak baik-baik saja? Hanya aku atau kamu pun begitu?

...

Aku kira hati ini kokoh pondasinya, tak akan mudah berdesir begitu saja. Ternyata tidak sesederhana itu kenyataanya. Pernah satu waktu pondasinya goyah dengan satu kali desiran. Hancur. Hingga saat ini pun, tak tahu bagaimana membangunnya kembali.

Kini, semuanya telah tersusun rapi dan aku yakin lebih kokoh rancangannya dibanding dahulu. Kubuat labirin di dalamnya. Begitu berliku-liku hingga rasa percaya diri ku semakin besar. Angkuhnya. Satu waktu pun datang kembali........

Desiran disertai kebingungan mampu menembusnya

Tersadarlah bahwa selama ini tak penting kokohnya rancangan atau kuatnya pondasi, karena ruang kosong masih tetap berada di dasar hati. Ah, aku lupa ini dia kelemahanku.

Ruang kosong itu begitu gelap dan seakan tak berdasar. Kelam sekali layaknya palung yang tak mampu diselami. Dinginnya begitu menusuk. Mungkin sudah lupa bagaimana hangat membalutinya. Ruang itu sudah usang tak berpenghuni. Aku pun lupa kapan ruang itu sempat terisi. Saking lupanya, kehadirannya telah terabaikan.
Lalu, bagian mana yang salah?
...

Aku yang terlalu menjaraki diri 

atau

Takdir tak pernah menuntunku pada siapa yang mampu mengisi ruang tersebut?

Apapun jawabannya, semuanya ada padaku

Namun hingga kini pun aku tak tahu jawabannya

Jadi, aku harus bagaimana?

 
Read More

Sabtu, 20 Agustus 2016

Patah Hati Terhebat

Kalau kata sheryl sheinafia, ku belum siap terjatuh untuk kedua kalinya.

...

Efek nonton koala kumalnya raditya dika sampe sekarang masih kerasa, ya. Iya tentang patah hati terhebatnya dan soundtracknya pun ngena banget. Gue ngambil kesimpulan dari film tersebut buat mengobati patah hati ya berdamai dengan patah hatinya, dengan dia yang sempat membuat patah hati saya. Namun pertanyaannya, dianya pun tak pernah sadar bahwa ada orang yg patah hati karenanya.

Maka karena itu, dari sejak itu saya menjaraki hal apapun, kontak apapun, dan siapapun yang berkesempatan membuat jatuh.

Pertanyaannya, apa saya salah?

Namun, tetap saja saya khawatir bilamana terjadi patah hati terhebat yang kedua kalinya. Bilamana saya yg lagi-lagi dijatuhkan, ditinggalkan, dan dilupakan.

...
Hah
Gatau
Udah
Malem

Read More

Kamis, 22 Juni 2017

'Till We Meet Again

Dulu, aku berusaha menerka
Tentang pertemuan
Yang awalnya hanya sekadar imajinasi
Angan-angan
Mustahil

Dulu, aku bertanya-tanya
Akan seperti apakah
Bagaimanakah
Dan segala praduga pun memenuhi pikiran

Kini, imajinasi itu terjadi
Angan-angan itu terwujudkan
Ini bukan mustahil
Ini nyata

Aku
Bingung
Canggung
Linglung

Entahlah yang aku tahu semua terasa bias
Antara bermimpi
Atau memang ini nyata?

Hingga akhirnya
Tawanya memecahkan pikirku
Suaranya membangkitkan kembali
Semua kenangan masa lalu

Entah pahit atau manis rasanya

Yang aku tahu semuanya benar-benar lebih baik dari praduga-praduga yang telah dirangkai

Yang aku tahu bahwa aku masih layak untuk sekadar berimajinasi

Memang, tak ada yg mustahil, ya.

---

'Till we meet again.


Kamis, 18 Mei 2017

Ini Kisah Hidupku

Aku,
Pernah suatu hari berharap
Ingin menjadi seseorang
Pernah suatu hari mengejar cita
Untuk menggapai sebuah kata,
Kesuksesan

Aku,
Telah tersandung di tengah jalan
Tergores
Terluka
Berdarah
Hingga akhirnya memilih untuk melepaskan apa yang orang bilang sebagai mimpi

Aku,
Saat itu
Terpuruk

Aku,
Mulai mencoba bangkit kembali
Menutup luka di sekujur tubuh
Memejamkan mata
Ingin berdamai dengan segala pahitnya kenangan

Aku,
Kini memutar arah
Dari hal yang dihindari menjadi hal yang dijalani
Dari hal yang tak pernah diduga menjadi sebuah realita

Aku,
Pernah melepas satu mimpi
Hingga akhirnya beralih pada mimpi lain

Aku,
Pernah merencanakan jalan hidup
Tapi Tuhan tahu jalan lain yang lebih baik

Aku,
Manusia
Hanya ingin jatuh-bangunnya hidup tidak saja menggoreskan luka
Tapi senyuman
Di wajah yang telah lama tertekuk rupanya

Sabtu, 01 April 2017

Tentang Sabtu Malam

Sepertinya memang saya tidak akrab dengan perasaan ini
Sepertinya memang bukan saatnya
Sepertinya saya jangan terlalu jatuh terlalu dalam

Karena takut jatuh untuk kesekian kalinya
Karena tak ada yg mampu dipercaya

Rabu, 22 Maret 2017

Kemana Hati Berlabuh?

Siang itu begitu terik
Kaki melangkah hendak pulang, melepas penat
Tetiba,
langkah terhenti
Saya tak tahu makna apa yang tersembunyi,
Saat menduga bahwa Rabu bukanlah hari yg biasanya saya dan kamu bersua
Tetiba, 
Mata ini tertuju pada satu sosok

Iya,
Itu kamu

Entah kenapa,
Nafas saya tercekat
Hanya dengan melihatnya
Yang sibuk memandangi layar ponselnya
Yang sedang tersenyum memandangi layar ponselnya
Yang melewati saya yang hampir terdiam bisu

Saya tidak tahu sejak kapan
Bahkan, masih terbilang ragu
Tapi, inilah yang saya rasakan

Tentang kamu

Saya tidak tahu hati 'kan berlabuh dimana
Saya juga tidak tahu kapan akan menambatkan hati
Saya pun tidak tahu kapan akan meninggalkan masa lalu
dan sepenuhnya menetap di masa kini dan memandang masa depan
Saya benar-benar tidak tahu

Yang saya tahu saat ini hanya perasaan campur-aduk ketika berpapasan dengannya
Yang saya tahu saat ini selalu menanti waktu kelas besar saat kuliah
Yang saya tahu,
Saya selalu mencarinya
Mencari
dan menanti
Sosoknya


Saya hanya tahu itu

Jadi, kapan akan benar-benar melabuhkan hati?

Jumat, 10 Maret 2017

Tidak Tahu Kenapa

                 Saya tidak tahu kenapa, tapi seminggu ini pikiran saya selalu tertuju pada memori tiga tahun lalu. Mengulas balik tentangnya, mengorek segala kenangan yang sudah lam terkubur. Tidak tahu kenapa juga, rasa rindu kembali menyusupi bahkan semakin membuncah hingga air mata pun tak tertahankan. Ini memang berlebihan. Tapi sekali lagi, saya tidak tahu kenapa.

               Tidak tahu kenapa pula, setiap malam kala lampu dipadamkan, mata saya memandang nanar ke langit-langit berharap punya sticker binta glow in the dark atau ada cahaya lampu hias di sekililing kamar. Berharap mencari pencerahan. Berharap mendapatkan semangat lagi. Entahlah. Rindu ini begitu menguras emosi dan pikiran. Saya lelah.

Selasa, 24 Januari 2017

Ramai tak selalu ramai, diam tak selalu diam
Kadang manusia serumit itu

...

Gemerisik daun seringkali diabaikan
Begitu pula dengan semilir angin
Gumaman manusia hanya sekadar meramaikan
Yang ingin didengarkan hanya yang teriakannya keras
Kita lupa bahwa suara-suara kecil itu sebenarnya juga meramaikan sekitar
Hanya saja, kita terlalu memberi perhatian pada yang lebih terdengar

Aku, dengan suara kecil hanya bisa terdiam
Mencicit layaknya tikus di pojokan ruangan
Pikiranku berlabuh tanpa tujuan
Hanya mampu terdiam itu, memuakkan


Jumat, 21 Oktober 2016

Terpendam

Bising 
Pikiranku sesak
Terkunci
Mulutku bisu

Aku 
Meronta
Tapi 
Tak didengar

Goresan kata di dinding
Makianku
Semuanya pudar

Ini 
Dimana?

...

Putih

Silau

Aku dimana?

...

Seketika gelap mengelilingi

Aku
Lelah
 Hidup menjadi diriku

 

Kamis, 15 September 2016

Bus, lampu, cakue, kitkat greentea.

Definisi rindu malam ini

Minggu, 04 September 2016

Lalu?

Hasil gambar untuk question mark quote tumblr



Dulu pernah kita bercerita bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun, mengapa semakin lama semakin tidak baik-baik saja? Hanya aku atau kamu pun begitu?

...

Aku kira hati ini kokoh pondasinya, tak akan mudah berdesir begitu saja. Ternyata tidak sesederhana itu kenyataanya. Pernah satu waktu pondasinya goyah dengan satu kali desiran. Hancur. Hingga saat ini pun, tak tahu bagaimana membangunnya kembali.

Kini, semuanya telah tersusun rapi dan aku yakin lebih kokoh rancangannya dibanding dahulu. Kubuat labirin di dalamnya. Begitu berliku-liku hingga rasa percaya diri ku semakin besar. Angkuhnya. Satu waktu pun datang kembali........

Desiran disertai kebingungan mampu menembusnya

Tersadarlah bahwa selama ini tak penting kokohnya rancangan atau kuatnya pondasi, karena ruang kosong masih tetap berada di dasar hati. Ah, aku lupa ini dia kelemahanku.

Ruang kosong itu begitu gelap dan seakan tak berdasar. Kelam sekali layaknya palung yang tak mampu diselami. Dinginnya begitu menusuk. Mungkin sudah lupa bagaimana hangat membalutinya. Ruang itu sudah usang tak berpenghuni. Aku pun lupa kapan ruang itu sempat terisi. Saking lupanya, kehadirannya telah terabaikan.
Lalu, bagian mana yang salah?
...

Aku yang terlalu menjaraki diri 

atau

Takdir tak pernah menuntunku pada siapa yang mampu mengisi ruang tersebut?

Apapun jawabannya, semuanya ada padaku

Namun hingga kini pun aku tak tahu jawabannya

Jadi, aku harus bagaimana?

 

Sabtu, 20 Agustus 2016

Patah Hati Terhebat

Kalau kata sheryl sheinafia, ku belum siap terjatuh untuk kedua kalinya.

...

Efek nonton koala kumalnya raditya dika sampe sekarang masih kerasa, ya. Iya tentang patah hati terhebatnya dan soundtracknya pun ngena banget. Gue ngambil kesimpulan dari film tersebut buat mengobati patah hati ya berdamai dengan patah hatinya, dengan dia yang sempat membuat patah hati saya. Namun pertanyaannya, dianya pun tak pernah sadar bahwa ada orang yg patah hati karenanya.

Maka karena itu, dari sejak itu saya menjaraki hal apapun, kontak apapun, dan siapapun yang berkesempatan membuat jatuh.

Pertanyaannya, apa saya salah?

Namun, tetap saja saya khawatir bilamana terjadi patah hati terhebat yang kedua kalinya. Bilamana saya yg lagi-lagi dijatuhkan, ditinggalkan, dan dilupakan.

...
Hah
Gatau
Udah
Malem

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Followers